Efek samping dari rokok elektrik

0
2

Rokok elektronik saat ini menjadi tren bagi perokok yang ingin mengganti kebiasaan merokok mereka. Pertanyaannya adalah apakah rokok elektronik cukup aman dan apa akibatnya jika rokok ini ternyata berbahaya?

Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul tren di masyarakat, terutama di kalangan perokok atau mungkin disebut dengan fenomena baru. Tren atau fenomena baru tersebut adalah dengan munculnya rokok elektronik yang merupakan gaya hidup baru di kalangan perokok.

Popularitas rokok bertenaga baterai ini berkembang pesat, karena dapat diasumsikan bahwa rokok elektronik memiliki pengaruh atau efek yang lebih kecil daripada rokok tembakau. Perdebatan tentang rokok elektrik belum berakhir sampai saat ini dan belum ada yang bisa membuktikan kebenaran asumsinya dengan pasti. Namun yang pasti kehadiran rokok elektronik menawarkan sesuatu yang baru bagi pecinta rokok.

Mempunyai Cita Rasa

Pada dasarnya, rokok elektronik atau sering disebut juga dengan e-rokok/e-cigar memiliki bentuk serta ukuran yang sama dengan rokok tembakau. Perbedaannya ada pada kemasannya. Rokok elektronik memiliki tiga komponen utama, yaitu vaporizer, cartridge dan baterai.

Merokok dengan rokok elektronik ini berbeda dengan merokok tembakau. Asap dari rokok elektronik keduanya mengandung nikotin, tetapi tidak memiliki efek berbahaya seperti tembakau. Rokok tembakau mengandung lebih dari ribuan polutan dibandingkan dengan zat yang terkandung dalam asap rokok elektronik. Selain tingkat asap yang berbeda, rokok elektronik juga dapat memberikan rasa yang berbeda dengan menambahkan rasa seperti rasa permen atau buah. Pabrik rokok mengklaim bahwa rokok elektronik juga tidak mengandung bahan-bahan seperti karbon monoksida atau dioksida, tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan bau mulut dan tidak menyebabkan gigi kuning.

Bahkan, rokok elektronik dari paparan di atas memiliki kelebihan lebih dari rokok tembakau. Namun, ini tidak berarti bahwa rokok elektronik tidak memiliki efek berbahaya pada perokok. Sebuah laporan oleh Food and Drug Administration (FDA) telah menerbitkan hasil penelitian mereka tentang efek bahaya dari rokok elektronik ini. FDA telah melakukan studi pada 19 kartrid rokok elektronik. Setidaknya ada lima kesimpulan yang telah berhasil dipublikasikan oleh FDA, diantaranya:

  • Kartrid adalah perangkat yang dapat melepaskan zat berbahaya terhadap manusia
  • Satu kartrid mengandung antibeku beracun yaitu diethylene glycol
  • Telah ditunjukkan bahwa semua kartrid berlabel tanpa nikotin ternyata masih mengandung nikotin
  • Pada label nikotin rendah, sedang dan tinggi ternyata tidak sesuai dengan label. Pada kenyataannya, rokok elektrik tersebut memiliki kadar nikotin yang berbeda.
  • Kartrid adalah perangkat yang memancarkan nitrosamin, yang merupakan karsinogen manusia
Baca Juga:   Waktu yang tepat untuk melakukan tes kolesterol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here